Jumat, 29 Maret 2013

assigntment 1 -- conditional sentences

Definition Conditional sentence

            Conditonal Sentence means Sentences that express our wish in the future and past. The differences between our wish in future and past is not about the time but it's about our wish it self.
If we have a wish and we hope that our wish will happen someday or maybe today so we can express our wish in simple present and future tense.
            But, if we have a wish that we express it in the past and it actually didn't happen, so we use simple past, past perfect, past future, and past perfect future.Conditional Sentences is also called If Clause.

The  Formula :
Tipe
Induk kalimat
Anak kalimat
Pertama
Will + verb  1
Present tense(S+V 1+O)
Kedua
Would + verb 1
Past tense(S+V 2+O)
Ketiga
Would have + verb 3
Past perfect tense(S+have+V 3+o)
B. Types Of Conditional Sentences
Type 1 : Future Conditional
            In this type, we can express our wish that we hope it will happen today or maybe someday. Because it doesn't happen yet so we hope it become real.
The Formula :
- Subject + Simple Future + IF + Subject + Simple Present
or
- IF + Subject + Simple Present + Subject + Simple Future ( affirmative sentences )
or
- Subject + Simple Future + Unless + Subject +  Simple Present ( negative sentences )
Example  :
             -If they come, I will  phone  you.
             -If the prices are low, people will buy more.
Type 2 : Present Conditional
            This modality is used to explain that a job or activity at this time may be carried out if the conditions are met.
The Formula :
- If + Subject + Simple Past + bSubject + Simple Past Future
or
- Subject + Simple Past Future + If + Subject + Simple Past ( affirmative sentences )
or
- Subject + Simple Past Future + Unless + Sybject + Simple past ( negative sentences )
Note : For using be, all,subjects must put " were "
Example :
               - If  he  lived here, we would  easily  contact him.
               - If  she were a flower, I would be the beetle.
               - Were we to leave today, we would get there by Sunday.

Type 3 : Past Conditional
            This represents a modality that is not likely to happen because of events already passed. This type usually consists of remorse for what has happened in the past.
The Formula :
If + Subject + Past Perfect + Subject + Past Future Perfect
or
Subject + Past Future Perfect + If + Subject + Pat Perfect ( affirmative sentences )
or
Subject + Past Future Perfect + Unless + Subject + Past Perfect ( negative sentences )
Note : In this type be for all subjects have to be changed to " been "
Example : 
~if i'm poor , i don't have a car
~if he like me, he wouldn't ignore to me
~ If Doni had studied hard, He would have graduated from high school.

Kamis, 21 Maret 2013

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN (LINGKUNGAN)



Unit usaha yang saya ambil adalah foto copy “x” yang berada didekat tempat tinggal saya.

1.   Lingkungan yang berada pada unit usaha tersebut adalah rumah-rumah, sekolah, warnet, dan juga pesaing lain yang berada kurang lebih 100m dari tempat unit usaha tersebut yang mungkin bisa berpengaruh pada unit usaha tersebut.

2.   Kelebihan yang dimiliki unit usaha tersebut adalah:
a.   Tempat yang strategis sehingga mudah dilihat dan didatangi oleh orang-orang.
b.   Peralatan dan barang-barang yang dijual lengkap.
c.   Harga yang lumayan terjangkau bagi orang-orang terutama para pelajar yang sekolahnya berada didekat unit usaha tersebut.

Kekurangan yang dimiliki unit usaha tersebut adalah:
a.   Kurangnya kesigapan dari para pegawainya.
b.   Mesin foto copy masih menggunakan mesin lama, sehingga kadang mengalami error.
c.   Banyaknya kesalahan yang dibuat oleh para pegawai.

3.   Peluang yang dimiliki unit usaha tersebut adalah:
a.   Didekat tempat unit usaha tersebut terdapat satu sekolah yang bisa memberi peluang untuk menambah pelanggan.
b.   Kesediaan barang para pesaing kurang lengkap daripada unit usaha tersebut.
c.   Konsumen biasanya lebih memilih harga yang murah disbanding yang mahal.

Ancaman yang dimiliki unit usaha tersebut adalah:
a.   Adanya pesaing disekitar unit usaha tersebut.
b.   Adanya pembeli musiman, seperti membeli buku tulis. Biasanya membeli buku tulis hanya ada pada awal tahun ajaran baru. Jika bukan tahun ajaran baru. Maka, itu sangat menjadi ancaman berkurangnya omset per hari.

Selasa, 11 Desember 2012

GRAFITTI

Graffiti adalah kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan biasanya cat semprot kaleng (PILOX).

Walaupun dengan skill dan peralatan yang masih sederhana, konsep tulisan dan dinding menjadi media paling aman untuk mengekspresikan pendapat secara diam-diam pada saat itu.

Istilah graffiti sendiri diambil dari bahasa latin, graphium yang artinya menulis. Awalnya istilah itu dipakai oleh para arkeolog untuk mendefinisikan tulisan-tulisan di bangunan kuno bangsa Mesir dan Romawi kuno.

Seni Graffiti terdiri dari berbagai macam seperti bubble, wildstyle dsb. Yang paling keren menurut Bintang adalah 3d graffiti, ini adalah seni tingkat tinggi dengan perpaduan warna dan cahaya yang menciptakan objek tiga dimensi. Jadi seolah-olah gambar yang ada benar-benar nyata.
Membuat graffiti sebenarnya dulu hanya dilakukan oleh Gang kriminal untuk daerah kekuasaan mereka, namun lambat lain seni ini berkembang pesat ke berbagai element masyarakat. Dan pada 3d Graffiti kali seperti sebuah ilusi optik seolah-olah gambar yang sebenarnya adalah 2d menjadi 3d.
Percayalah dan percayalah….
Gambar2 keren dibawah ini adalah salah satu yang disebut dengan Graffiti Street Illusion, dan berhati-hatilah mungkin mata anda sedang tertipu :














Benar2 terlihat nyata bukan, semua graffiti 3d mampu membuat ilupsi optik, bahkan ada sebuah kisah diaman pejalan kaki menghindari jalan yang berlubang, padahal itu hanyalah ilusi yang dibuat dari graffiti. Keren banget deh! Salut deh siapa yang membuatnya.

MEREK HOTEL

  • Merek Dagang
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.
  • Merek Jasa
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
  • Merek Kolektif
Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya

Merek hotel ialah merek jasa yang digunakan untuk memperdagangkan fasilitas kamar-kamar untuk menginap. Dan menciptakan merk dagang dan konsep sebuah hotel merupakan bagian penting dalam memulai suatu bisnis perhotelan. Hal ini akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pasar yang dituju dan kelangsungan bisnis dalam jangka panjang.

SEGMENTASI HOTEL



SEGMENTASI HOTEL
segmentasi pasar adalah suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Segmentasi pasar hotel mulai dari anak sekolah usia sekolah menengah atas melalui kegiatan studi wisata, mahasiswa, pemerintah, dan swasta. Porsi terbesar masih dari pebisnis, sementara anak SMA dan mahasiswa. Bahkan hotel-hotel juga menyasar pasar wisatawan mancanegara, khususnya anak muda yang melakukan kunjungan ke Bali, Bandung, dan Jakarta, meskipun 80% konsumen masih berasal dari pasar domestik.

LINGKUNGAN PASAR HOTEL




           Lingkungan  pemasaran  adalah  tempat di  mana  perusahaan harus memulai  usahanya  dalam mencari berbagai peluang  dan memonitor ancaman-ancamannya.  Lingkungan  pemasaran  terdiri dari   semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan  untuk melakukan  transaksi  secara efektif dengan pasar  sasaran.  Kita dapat menggolongkan menjadi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan.
           Lingkungan  mikro  suatu perusahaan  terdiri  dari beberapa pelaku dalam lingkungan yang berhubungan dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar pada khususnya yaitu perusahaan itu sendiri, para pemasok, para perantara-pasar, para pelanggan, dan para pesaing, serta masyarakat umum.
            Lingkungan makro perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama yang berpengaruh terhadap perusahaan : demografis, fisik, tekno¬logis, politik/hukum,  dan  sosial/budaya.  Lingkungan demografis menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sekitar 220 juta,    80 % lebih beragama Islam, maka konsumen terbesar di Indonesia beragama Islam. Konsumen yang beragama Islam, pada umumnya sangat sensitif terhadap yang dilarang agama, misalnya makanan yang mengandung babi, maka akan mempunyai masalah di Indonesia.
pemasaran hotel adalah aktivitas yang menggunakan strategi dan taktik, yang direncanakan sedemikian rupa untuk menyampaikan cerita tentang pelayanan yang dapat diberikan suatu hotel, dengan memberikan rangsangan yang bergairah pada tamu untuk mau memilih pesan yang disampaikan hotel untuk dibandingkan dengan pilihan lain dari hotel pesaing. Menurut pendapat Agus Sulastiyono (2001 : 262) keberhasilan pemasaran hotel tergantung dari 2 (dua) faktor, antara lain : 

(1) Faktor yang dapat dikendalikan Bauran pemasaran dapat diubah dengan berbagai cara, misalnya: hotel dapat merubah atau mengganti media yang digunakan untuk mengiklankan produknya dari menggunakan media majalah ke media televisi, atau dari radio ke kupon promosi, sedangkan waktu dan uang merupakan faktor yang sifatnya terbatas.

(2). Faktor yang tidak dapat dikendalikan Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan adalah kejadian-kejadian diluar jangkauan manajer pemasaran. Faktor ini kadang-kadang disebut faktor eksternal, yang paling sedikit terdapat 6 (enam) faktor eksternal, antara lain :
(a) Kompetisi ;
(b) Regulasi dan legalisasi ;
(c) Lingkungan ekonomi ;
(d) Teknologi dan ;
(e) Lingkungan ; dan
(f) Sosial-budaya

Selasa, 13 November 2012

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menaggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau oerbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Makna dari tanggung jawab itu sendiri ialah siap menerima kewajiban atau tugas. Dalam artian disini bahwa ketika seseorang diberikan kewajiban atau tugas, seseorang tersebut akan menghadapi suatu pilihan yaitu menerima dan menghadapinya dengan dedikasi atau menunda dan mengabaikan tugas atau kewajiban tersebut.

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB

Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa macam tanggung jawab, yaitu:

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.

2. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

4. Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

5. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juga dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga, sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan, dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.  Pengabdian bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara.

Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku. Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan yang berlaku di masyarakat. Selain itu pengebdian juga dapat dilakukan dengan cara mensejahterakan keluarga, mematuhi perintah orang tua dan membantu mengerjakan pekerjaan orang tua di rumah.

Pengabdian kepada Tuhan adalah yang paling utama. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan kta dapat melakukan pengabdian kepada-Nya dengan cara rajin beribadah, mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak melanggar laranganNya.

Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban bagi setiap warga negara. Misalnya seorang pegawai negeri yang bersedia ditempatkan di luar daerahnya untuk bekerja, membayar pajak pun termasuk pengabdian kita terhadap Negara.

Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian, dengan penuh rasa ikhlas dan tidak mengandung pamrih. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan itu sendiri tidak begitu jelas. Jika ada pengabdian, maka ada pengorbanan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu, misalnya tenaga, biaya, waktu, pikiran.